PilBup Tegal Sepi..Begini Penjelasannya..

INDONESIASATU.CO.ID:

SLAWI - Suasana Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tegal 2018 berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, bahkan boleh dibilang sesuai dengan temanya menuju kampanye damai, bahkan pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan berita Hoax yang meresahkan masyarakat.

Muhammad Fasikhin,SE devisi perencanaan dan data saat dikunjungi awak media bersama devisidi SDM dan Kemasyarakatan Nurfanani, SE,MM di ruang kerjanya (26/03)  menyampaikan, terkait hal ini dengan adanya Undang Undang No 8 Tahun 2015 tak lagi menunjukkan adanya pesta, sehingga wajar kelihatan sepi, hingga pembiayaan pelaksanaan Pilkada anggarannya sekarang sudah jadi tanggungan pemerintah, dari mulai alat tulis kantor ( ATK) , pemasangan gambar calon dan wakilnya, acara kampanye terbuka tanggal 21, 22 dan 23Juni 2018, debad publik 9 Mei dan lain lain berkaitan penyelenggaraan Pemilu Pilkada semua dibiayai dengan anggaran pemerintah yang besarnya mencapai Rp 40 Milyar lebih termasuk Pilkada Gubernur, paparnya

Namun suasana ini justru menimbulkan banyak persepsi yang muncul di masyarakat dan menjadi pertanyaan dikalangan masyarakat pada para calon, menurut pendapat masyarakat yang muncul dipermukaan, Terlebih kalangan masyarakat, mereka tahunya Pilkada itu identik dengan pesta demokrasi, ramai ramai,  makan minum, merokok, hingga uang saku. Hal yang terjadi pada Pilkada sekarang justru dianggap mereka sebagai sesuatu yang aneh karena  tak lagi ada pesta rakyat, walaupun pesta di maksud tak sedikit berakibat melalaikan tujuan Pilkada itu sendiri.

Selanjutnya pertanyaan mereka apa Pilkada sekarang sama arti dengan   "Pilpahit"?

Terkait hal ini Nurfanani menjelaskan, tahapan pilkada cabup dan cawabup saat ini sedang berjalan jadwal untuk sosialisasi para paslon di masyarakat. Sedangkan jadwal kampanye ditetapkan sesuai nomor urut masing masing tanggal 21, 22 dan 23 Juni.  "Maka itu  para ormas atau OKP yang beminat kami imbau silakan untuk tampil mem bantu para calon yang diminati dalam rangka sosialisasi tidak usah takut takut, " ujarnya

Disisi lain Muhammad Faskhin, melaporkan, jumlah daftar pemilih sementara (DPS) sam pai saat ini di kabupaten Tegal mencapai sebanyak 1196.057 pemilih. Sedangkan untuk tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebesar di desa desa dari 287 desa yang ada dibagi dalam 18 wilayah kecamatan jumlahnya sebanyak 2577 TPS.

Selain itu ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah ( KPUD) Drs Sukartono meng harapkan dalam pelaksanaan sosialisasi Pemilu Pilkada ini dari pihak para calon agar meng hindari hal hal yang sifatnya HOAK supaya Pilkada berjalan lancar dan dapat pengantisipasi terjadinya ketegangan.(samsudin/CN)

 

  • Whatsapp

Index Berita