Debt Colektor, Profesi dan Hati Kemanusian

INDONESIASATU.CO.ID:

- Debt Collector diambil dari bahasa Inggris dan punya makna "penagih hutang". Dalam istilah perbankan, pengertian Debt Collector adalah pihak ketiga yang ditunjuk lembaga keuangan atau bank untuk menyelesaikan masalah kredit macet. hal ini terkait erat dengan urusan hutang piutang di mana nasabah memiliki tunggakan kredit macet yang mencapai level parah. Misalnya, kredit sepeda motor, mobil, rumah, kartu kredit dan lainnya.

Pada dasarnya sebelum melibatkan pihak ketiga dengan menggandeng Debt Collector, lembaga pembiayaan/keuangan/leasing/bank biasanya punya kolektor regular yang bertugas memberikan peringatan, namun ketika kolektor regular ini menemui titik permasalahan pada angsuran hingga menjadi tunggakan yang panjang, maka debt collector yang akan melanjutkan tugas tersebut.

Belakangan ini, banyak kasus-kasus unik bahkan terekspos TV, radio, koran, internet hingga obrolan pun membahas tema-tema yang sama terjadi disetiap pojok warung, tentang isu Debt Collector! Isu terakhir yang mulai santer dibicarakan, secara langsung atau di media. Sebab musababnya adalah kasus penarikan motor atau mobil di tengah jalan, Parahnya lagi terkadang debt collector menjadi korban amuk masa, tidak sampai disitu saat kita mencoba melakukan googling dengan tema itu, judul yang muncul sadis-sadis! Masya Allah..!! Dosa apakah para debt collector..

Seperti saat berselancar internet mengoogling, saya temukan satu berita kasus yang di tulis oleh bang Jahe dalam sewarga.com

4 Kasus Debt Collector Diserang Nasabah, Bukti ... - sewarga

www.sewarga.com/2017/10/28/4-kasus-debt-collector-diserang-nasabah-bukti-orang-ngutang-memang-lebih-galak

Taufik Putra, seorang debt collector yang bekerja di salah satu leasing kendaraan bermotor ternama memang bernasib apes. Hal itu terjadi saat ia tengah melaksanakan tugasnya untuk menagih angsuran sepeda motor pada nasabah. Saat itu, nasabah mengaku belum siap bayar dengan alasan belum cukup uang. debt collector lantas berkata kasar pada nasabah. (kutipan sewarga.com)

Usai melakukan eksekusi debt colektor itu pergi,namun apes kunci motor nya tertingga, niatan ingin mengambil kunci justru babak belur di hajar pemilik rumah.

Membaca artikel semacam itu, tiba-tiba muncul pembelaan dalam diri saya pada sosok seorang debt collector. Artikel semacam itu seolah-olah, mengisyaratkan pusat segala permasalahan dan kekerasan adalah debt collector. Bank bukan sumber masalah, nasabah bandel juga bukan sumber masalah. Saya ingin menyampaikan keberatan ini sebagai suara dari rakyat kecil yang merasakan adanya diskursus yang berlebihan dan kurang tepat pada sosok seorang Debt collector.

Semua orang pasti paham akan kewajiban jika berhutang, terlebih lagi dalam hokum agama menyatakan jika hutang dibawa mati, dari permasalahan ini sudah seharusnya kita berlaku bijak bukan justru mengambil jalan pintas, ngak mau ditagih tapi kepingin ngutang, Debt Colektor atau tukang tagih juga manusia layaknya orang yang memiliki hutang, mereka para Debt Colektor juga memiliki kebutuhan untuk mensuplaikeluarganya di rumah.

Nah..! ada beberapa hal yang harus kita petik dari berbagai kasus yang terjadi agar tak ada lagi atau sedikitnya kasus kasus serupa minim terjadi.

Yang pertama ada baiknya pihak Bank selektif dalam memberikan kredit kepada masyarakat, sehingga tunggakan yang terjadi tidak terlalu besar. Kedua pihak pelaku Debt Colektor dalam melaksanakan tugasnya harus menyesuikan kode etik yang berlaku serta tidak berlaku kasar serta berpakaian rapih ketika berkunjung ke rumah nasabah, tidak kucel,kumel ala preman jalanan terhadap nasabah. Ketiga penghutang atau nasabah tidak melakukan keterpaksaan dalam berhutang serta sadar jika dirinya memiliki hutang.

Kenapa bisa begitu? Kita mestinya obyektif donk mendudukkan debt collector itu seperti apa. Debt collector kan sebuah profesi. Setiap profesi pastilah ada bentuk pekerjaannya dan bidang pekerjaan yang ditangani. Seperti halnya dokter yang bentuk pekerjaannya memeriksa pasien, bikin resep dan bidang pekerjaannya adalah menangani masalah penyakit. Debt collector pun punya bentuk pekerjaan dan bidang sendiri. Yaitu menagih uang kepada orang-orang yang berhutang. Jelas, hanya itu pekerjaannya..!

Untuk debt collector. laksanakanlah tugas sebagaimana kode etik profesi anda. Janganlah memikirkan hal yang lain seperti imbalan, bonus, dll yang akhirnya membuat anda harus melanggar etika profesi anda. Tidak semua hal bisa diselesaikan dengan kekerasan. Cobalah berempati dengan pihak tertagih, apa yang sedang mereka pikirkan setiap kali anda datang? Stress bukan??! Nah, kekeransan bukan solusi yang tepat untuk menghilangkan stress. Ajaklah ngobrol dengan baik untuk mensepakati kontrak pembayaran tertentu. Atau ajaklah dia menemui pihak bank yang berwenang mengurusi kontrak perpanjangan cicilan.

Terakhir terkaitnya polemic Debt Colektor atau tukang tagih ada baiknya di tata ulang agar tak lagi terjadi kasusu kasus seperti diata, dengan cara menjalin hubungan antara Deb Colektor pihak Bank/Leasing dengan nasabah , sehingga akan muncul persepsi dan image yang baik dalam berkehidupan, jadi jika profesi Debt Colektor di hapus bisa dibayangkan akan semakin banyak orang berhutang dan semena mena dalam melakukan pembayaran angusaran kredit .(cahyo/ foto dok ilustrasi google))

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita